Kamis, 16 Mei 2013

CARA PENYUSUNAN PROPOSAL



Pola penelitian terdiri dari:
  1. Masalah
  2. Kajian Pustaka
  3. Hipotesis
  4. Variabel
  5. Instrumen
  6. Rancangan
  7. Sampel
  8. Data
  9. Hasil
  10. Laporan
Tiga langkah besar yang harus dilakukan:
  1. Penyusunan rancangan penelitian
  2. Pelaksanaan Penelitian
  3. Penulisan Laporan.
MENENTUKAN VARIABEL
Pengertian dan Macam Variabel Menurut Pengertian dan Macam Variabel:
Menurut Sutrisno Hadi, variable merupakan gejala yang bervariasi.
Misal: jenis kelamin: laki-laki dan perempuan,   berat badan= 40 kg, 50 kg.
Gejala adalah obyek penelitian.
Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi.
Variabel terdiri dari:
  1. Kuantitatif, misal luas kota, umur, banyaknya jam dalam sehari.
  2. Kualitatif, misal:  kemakmuran, kepandaian.
Variabel Kuantitatif, meliputi:
  1. Variabel diskrit/ variable nominal/ variable katagorik
Missal: ya dan tidak
            Laki-laki dan perempuan
            Hadir dan tidak hadir.
  1. Variabel Kontinum, meliputi:
    1. Variabel ordinal, misal: panjang, kurang panjang (pendek)
    Pandai, tidak pandai.
    1. Variabel interval, missal:  suhu luar 31o C
       Suhu tubuh 37o C
       Selisih suhu luar dan tubuh 6o C
    1. Variabel Rasio:  Variabel perbandingan
Missal: berat A 70 kg, berat B 35 kg.  Berat A 2xB

Kerangka  Proposal Penelitian Skripsi
Secara garis besar, proposal meliputi:
BAB I.  PENDAHULUAN
BAB II.  KAJIAN TEORI
BAB III.  METODE PENELITIAN

Setelah proposal dikerjakan, maka dibuat laporan dengan menambahkan:
BAB IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V.  KESIMPULAN DAN SARAN

Urutan Penyusunan Proposal
A.  Judul
Judul memuat jenis, obyek, subyek, metode, tempat dan waktu penelitian.
Jenis penelitian dapat ditinjau dari tujuan, kegunaan, metodenya.
Obyek penelitian : sasaran penelitian.
Subyek penelitian:  siswa, orang, atau benda tempat obyek berada.
Metode penelitian:  cara yang dipakai untuk mengumpulkan data dan mengolah data.
Judul tidak harus lengkap, tetapi harus selalu rigkas dan jelas.  Keterangan yang berhubungan dengan judul dapat dibahas pada batasan masalah.
B.  Ruang lingkup
            Ilmu pengetahuan dikelompokkan ke dalam:
Cabang
Bidang
Disiplin

            Penelitian mencakup: suatu disiplin, bidang atau gabungannya.

C.  Pendahuluan
1.  Latar Belakang
Masalah, timbul karena ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan
                                                     Cita-cita dan realita
                                                     Rencana – pelaksanaan
                     Ilmiah, sistematis, dan logis
                          Didapat hasil penelitian.

Bagian ini memberikan rasional mengapa masalah tersebut penting untuk diteliti, menarik perhatian peneliti, tidak menimbulkan masalah social, dalam jangkauan peneliti, baik dari segi akademis, biaya, tenaga, maupun waktu.
Penting di sini dimaksudkan penting untuk memecahkan masalah actual dan penting untuk pengembangan ilmu.
2.  Identifikasi Masalah
Kegiatan untuk menentukan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
Faktor-faktor apa saja yang terkait dengan masalah tersebut, memilah-milah menjadi masalah yang lebih kecil.
Memilih masalah yang paling esensial untuk diteliti.
3.  Pembatasan Masalah
            Masalah perlu dibatasi agar terdapat dalam jangkauan peneliti.
4.  Perumusan Masalah
            Merupakan pertanyaan yang perlu dicari jawabannya melalui penelitian.
Masalah harus dirumuskan secara spesifik.  Penelitian tidak boleh terlalu luas, terlalu banyak, atau sudah diteliti oleh banyak orang lain.
            Perumusan masalah selalu dinyatakan dengan kalimat tanya.
5.  Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian disusun untuk menemukan jawaban masalah penelitian.  Harus ada hubungan y;ang jelas antara tujuan penelitian dengan perumusan masalah.  Tujuan penelitian selalu dinyatakan dengan kalimat deklaratif.
6.  Kegunaan Penelitian.        
            Kegunaan praktis untuk menjawab masalah-masalah mikro atau makro.  Kegunaan untuk penggembangan ilmu.

BAB. II
KAJIAN PUSTAKA
            Berisi kerangka teori yang merupakan deskripsi teori dan penelitian yang relevan.
A.  Deskripsi teori
            Disusun untuk mencari jawaban masalah.  Penelitian farmasi pada tingkat teoritik, peneliti perlu mengkaji sumber acuan pokok.
Sumber acuan umum dan khusus berupa buku-buku, ensiklopedia dan semacamnya.
Peneliti akan memperoleh teori-teori dan konsep-konsep dasar dilakukan penjabaran atau analisis, melalui penalaran deduktif.
B.  Penelitian yang Relevan.
            Adalah sumber acuan khusus yang berupa penelitian farmasi yang terdapat dalam jurnal, bulletin, skripsi, dan semacamnya.
            Dalam sumber acuan khusus, peneliti akan memperoleh hasil-hasil penelitian yang terdahulu.  Dari penemuan-penemuan atau hasil-hasil penelitian dilakukan pemaduan atau sintesis, melalui penalaran induktif.
C.  Kerangka Teori
            Kerangka berfikir berisi gambaran pola hubungan antar variable atau pola hubungan antar variable atau kerangka konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, disusun berdasar kajian teoritik yang telah dilakukan.
D.  Hipotesis  (bila ada).
            Penyusunan hipotesis bisa dari deduksi dan induksi, diharapkan dapat diperoleh jawaban yang idanggap paling besar kemungkinan kebenarannya.  Jawban inilah yang merupakan hipotesis penelitian.

BAB III.
METODE PENELITIAN
A.  Desain Penelitian
            Ada 4 jenis desain, dasar peneltian yaitu desain satu factor, desain satu cuplikan, desain ulangan, dan desain factorial.  Penelitian dapat kombinasi dari desain-desain tersebut.
            Ada hubungan yang erat antara jenis desain penelitian dengan teknik analisi data penelitian.
B.  Definisi operasional variable penelitian.
            Desain penelitian berisi hubungan antar berbagai variable atau ubahan yang akan diteliti.  Oleh karena itu diperlukan definisi operasional dari variable tersebut. 
Defininisi operasional penting untuk menentukan instrument untuk pengumpulan data.  Perlu dirinci variable yang akan diteliti.



Populasi dan Sampel Penelitian,
1.  Populasi Penelitian
            adalah keseluruhan subyek penelitian.  Populasi merupakan subyek tempat obyek penelitian berada.  Penelitian biasanya dilakukan terhadap sample atau cuplikan, tetapi hasilnya degeneralisasikan terhadap populasi.
2.  Sampel penelitian.
            Sampel atau cuplikan penelitian adalah bagian dari populasi yang masih memiliki sifat-sifat populasi.
Sampel harus dapat mewakili populasi karena hasil-hasil penelitian terhadap sample akan digeneralisasikan terhadap populasi.
3. Teknik pengambilan sample:  random, strata, area, sistematik, pupossive, quota, cluster, double, atau kombinasi dari  teknik-teknik tersebut. 
4.  Teknik Pengumpulan Data
a).  Instrumen penelitian
            Alat ukur yang digunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.
b).,  Teknik pengumpulan data
            Cara-cara memperoleh data yang diharapkan.
5.  Teknik Analisis Data
            Teknik analisis data penelitian berhubungan erat dengan desain penelitian, missal anava-AB adalah teknik analisis data penelitian untuk desain factorial dua factorial.   Analisis data tergantung dari datanya, data dapat dianalisis secara kualitatif, kuantitatif non statistic, statiastika parametriik, atau statistika non parametric.
C.  Alat dan Bahan yang digunakan
            Spesifikasi alat dan bahan harus dicantumkan.
Penyusunan seperti dalam petunjuk penulisan skripsi.
I. JENIS PENELITIAN
A.  Penelitian Menurut bidangnya.
            1.  Pendidikan
            2.  Sejarah
            3.  Kimia
            4.  Biologi
            5.  Farmasi
            6.  Ekonomi
            7.  Kedokteran, dll.
B.  Menurut tempatnya.
            1.  Laboratorium
            2.  Perpustakaan.
            3.  Lapangan.
C.  Menurut Tujuan
            1.  Eksploratif: untuk menemukan sesuatu yang baru.
            2.  Pengembangan
                  3.  Verifikatif:  untuk menguji / mengulangi hasil peneliti9an yang sudah ada.
D.  Menurut Tarafnya.
            1.  Deskriptif.
            2.  Inferensial
E.  Menurut Approachnya
            1.  Longitodinal (menurut waktu)
                        Pengamatan minggu ke 1, 2, 3, dst.
            2.  Cross-sectional (diambil dalam waktu berlainan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar